
Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kestabilan ekonomi makro harus terjaga dalam menghadapi tekanan eksternal maupun internal yang menyebabkan pelemahan rupiah dan gejolak di pasar saham.
Ia mengakui telah terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan gejolak di pasar saham, karena investor sedang melihat perkembangan perpolitikan nasional, yang dalam masa transisi ini, telah menimbulkan ketidakpastian.
Selain itu, lanjut Bambang, kondisi eksternal masih terpengaruh dengan potensi normalisasi kebijakan moneter The Fed, sehingga terjadi gejolak di pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Berbagai tekanan eksternal maupun internal dalam beberapa hari terakhir telah membuat rupiah berada pada kisaran Rp12.000 per dolar AS, dan IHSG berada pada angka 5.000, meski pun kondisi fundamental ekonomi relatif stabil.